Pages

Banner 468

Rabu, 22 Mei 2019

Zakat, infaq, dan sodaqoh, lakukan semua sebagai amalan abadi di akhirat

0 komentar
Pembayaran zakat adalah kewajiban setiap muslim.  Zakat untuk seorang muslim adalah wadah untuk membersihkan harta yang dipunyai.  Beberapa zakat yang wajib hukumnya untuk dikeluarkan seorang muslim diantaranya

Zakat fitrah
Zakat maal
Zakat perniagaan
Dan sebagainya

Orang tua sebagai pelopor anak untuk belajar akan zakat,  infaq, dan sodaqoh harua mengenalkannya sejak dini.  Sebagai wadah latihan anak-anak dalam memahami arti ibadah dan berbagi dalam kehidupan. Dimana kelak anak ketika dewasa bisa sadar diri.  Ada beberapa hal yang bisa memahamkan anak-anak dalam belajar tentang zakat.  Simak ya.

1. Kenalkan anak akan zakat dan manfaat

Sudah kenalkan anak akan zakat?  Jika belum,  mulai dari sekarang jelaskan akan pentingnya zakat serta manfaatnya.  Kita katakan pada ananda bahwa zakat satu dari rukun Islam yang ke-4. Maka wajib hukumnya untuk semua muslim. 
Ketika ananda sudah tahu pentingnya zakat,  maka kita selingkan macam-macam zakat.  Ada zakat yang dibayarkan tahunan,  yaitu zakat fitrah.  Zakat ini dibayarkan sebelum idul fitri.  Ketika ananda sudah paham,  lanjut kita jelaskan tentang zakat maal. 

Dimana zakat ini zakat harta yang sudah wajib dibayarkan, atau nisab sudah mencapai 1 tahun.
Biasanya ananda akan bertanya apa manfaat zakat.  Bahwa zakat guna memenuhi kewajiban dan membersihkan harta kita,  dimana dalam harta itu ada bagian dari hak orang lain.  Dengan berzakat,  bisa ringankan beban sesama muslim.

2. Libatkan ananda dalam pembayaran zakat

Kita libatkan ananda ketika membayar.  Ajak ananda le rumah mustahik,  muslim yang berhak menerima zakat,  ajak ke masjid,  biarkan mereka terlibat dalam menakar beras ataupun menghitung uang. Dengan keterlibatan itu akan tumbuhkan kesadaran serta semangat dalam mengeluarkan zakat.  Ananda selama proses belajar akan tahu bagaimana penanganan sebuah zakat. 

3. Latih ananda untuk sisihkan uang yang akan dibayarkan sebagai zakat

Ketika memberi uang saku,  kita bisa memberi pandangan pada ananda agar mau menyisihkan saku tersebut beberapa rupiah.  Itu untuk dimasukkan ke kotak amal baik di rumah sendiri atau masjid.  Untuk di rumah bisa dikumpulkan di kotak khusus, jika sudah penuh bisa disetorkan ke badan amal zakat. 

 Dengan begitu ananda tahu dalam menyisihkan harta yang dimillikinya untuk yang membutuhkan.  Bisa kita ajarkan menyisihkannya setiap hari,  seminggu sekali,  sebulan sekali,  kita ajak ananda untuk sepakat.  Dengan begini,  ananda belajar akan pentingnya zakat untuk umat Islam.  Ajaran ini akan meresap pada ananda ketika mereka juga paham dan melakukannya,  bahwasanya harta kita adalah sebagian zakat,  infaq,  dan sodaqoh untuk yang sangat membutuhkannya. Membelajarkan pada ananda bahwa ini semua harus dilakukan dengan ikhlas tanpa paksaan. 

Sesungguhnya kitalah yang butuh harta untuk dizakatkan,  sebagai pembersih diri dari noda dosa dunia yang fana.  Dengan zakat,  infaq,  dan sodaqoh akan menjadi simpanan abadi kita sampai akhirat kelak.  Sungguh membelanjakan harta di jalan Alloh tiadalah kesia-siaan. 
Zakat,  infaq,  dan sodaqoh sejatinya adalah sama sebagai pencuci, pembersih,  dan pengharum empunya harta dari segala noda dan dosa.  Memharumkan nama empunya sampai akhirat,  negeri abadi tanpa ada batas. 





0 komentar:

Posting Komentar