Pages

Banner 468

Senin, 20 Mei 2019

MERANGKAI DOA SAAT IFTIRASY

0 komentar


@ Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu


Setelah sujud pertama, dilanjutkan dengan duduk antara dua sujud, yang dilakukan pada pertengahan rangkaian suatu shalat. Duduk di antara dua sujud merupakan rukun shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits ”al musi’u shalatuhu”:

ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مفاصلُه ثُمَّ يَقُوْلُ : اللهُ أكبرُ ويرفعُ رأسَه حتَّى يستويَ قاعدًا

“…kemudian Nabi Saw sujud sampai anggota badannya menempati tempatnya, kemudian mengucapkan “Allahu Akbar”. Kemudian mengangkat kepalanya (bangun dari sujud) sampai ke posisi duduk“. Hadits Riwayat Abu Daud no. 857, dishahihkan Al Albani dalam Shifat Shalat Nabi.

Bentuk duduknya adalah iftirasy, yaitu kaki kiri diduduki dan kaki kanan ditegakkan.

Dalam hadits Abu Humaid As Sa’idiy disebutkan,
“Kemudian kaki kiri dibengkokkan dan diduduki. Kemudian kembali lurus hingga setiap anggota tubuh kembali pada tempatnya. Lalu turun sujud.” Hadits Riwayat Tirmidzi no. 304 dan Abu Daud no. 963, 730. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

Pada dasarnya, sikap duduk saat shalat adalah iftirasy, kecuali pada tasyahud akhir, duduknya adalah tawarruk, yaitu duduk di lantai dengan kaki kiri dikeluarkan dari sisi kaki kanan.

Hal ini disebutkan dalam hadits Abu Humaid As Sa’idiy,

“Ketika Beliau Saw duduk setelah melakukan dua raka’at, kaki kiri saat itu diduduki dan kaki kanan ditegakkan. Adapun saat duduk di raka’at terakhir (tasyahud akhir), kaki kiri dikeluarkan, kaki kanan ditegakkan, lalu duduk di lantai.” Hadits Riwayat Bukhari no. 828.

Ada beberapa pilihan dzikir yang dibaca pada saat duduk di antara dua sujud, salah satunya adalah “Rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wahdini,” sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas, bahwa Nabi Saw membaca :

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي.

“Rabbighfirli warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wahdini. Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku.” Hadits Riwayat Imam Ahmad, 1: 371. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.

Dalam duduk iftirasy, terdapat rangkaian doa yang kita mohonkan kepada Allah. Rangkaian doa yang mencakup kebutuhan hidup di dunia maupun di akhirat.

1. Rabbighfirli, ya Allah, ampunilah aku

Kita memohon kepada Allah, agar Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita. Sebuah pengakuan kehambaan yang banyak salah dan dosa, dan memohon agar Allah mengampuni. Ini akan menjadi jaminan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

2. Warhamni, ya Allah rahmatilah aku

Kita memohon rahmat atau kasih sayang dari Allah. Hidup kita akan selalu indah ---dunia dan akhirat--- apabila kita mendapatkan rahmat atau kasih sayang Allah. Tanpa rahmatNya, hidup kita akan menderita, dunia maupun akhirat. 

3. Wajburni, ya Alah cukupkanlah aku

Kita meminta kepada Allah agar mencukupi semua kekurangan kita, menutupi semua cela dan aib kita. Betapa banyak kekurangan yang kita miliki, semoga Allah tutup, dan Allah perbaiki diri kita.

4. Warfa’ni, ya Allah tinggikanlah derajatku

Kita meminta kepada Allah, agar ditinggikan derajat kita. Sangat banyak orang memiliki jabatan yang tinggi, namun belum tentu tinggi derajatnya di hadapan Allah. Kita mengharapkan memiliki derajat mulia di hadapanNya, di dunia maupun di akhirat.

5. Warzuqni, berilah rezeki

Kita memohon kepada Allah kecukupan rejeki, agar hidup kita tak berkekurangan. Rejeki yang halal dan thayib, rejeki yang berkah, rejeki yang mencukupi. Rejeki yang dengannya akan menguatkan ibadah, dan menambah kecintaan kepada Allah.

6. Wahdini, berilah petunjuk

Kita memohon kepada Allah agar diberi petunjuk. Dalam hidup ini, kita harus membuat pilihan-pilihan, maka kita memohon kepada Allah agar semua pilihan yang kita ambil berada dalam bimbingan dan petunjuk dariNya.

Dalam riwayat lain, ada tambahan wa’afini, ya Allah sehatkanlah aku. Sebuah permohonan agar kita diberikan kesehatan di sepanjang kehidupan. Dalam riwayat lain, ada tambahan wa’fu anni, maafkanlah aku, sebagai penguat permohonan ampun sebelumnya, yaitu rabbighfirli.

Semoga Allah kabulkan semua permintaan dalam doa iftirasy kita, apalagi di bulan Ramadhan saat ini. Jangan lupa, perbanyak sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

0 komentar:

Posting Komentar